My Photo

My Photo

Minggu, 08 Mei 2011

Jantung Koroner / Coronary Heart

Gejala Penyakit Jantung Koroner

Gejala jantung koroner diantaranya seperti:

1. Nyeri di dada, lebih spesifiknya nyeri di dada bagian tengah yang menjalar sampai ke lengan kiri atau leher, bahkan sampai ke punggung. Nyeri dada seperti ini adalah nyeri khas dari penyakit jantung koroner. Nyeri ini timbul hanya ketika melakukan aktifitas fisik dan akan berkurang saat beristirahat.

2. Gejala penyerta seperti keringat dingin dan timbulnya rasa mual.



Penyakit Jantung Koroner & Jantung Genetik

Secara medis penyakit jantung dikelompokkan menjadi dua macam: penyakit jantung koroner dan penyakit jantung genetik. Penyakit jantung koroner timbul ketika terjadi penyempitan pembuluh darah pada jantung. Sedangkan faktor genetik (bawaan) ditemukan sejak usia bayi.

Penyakit jantung, stroke, dan penyakit periferal arterial merupakan penyakit yang mematikan. Di seluruh dunia, jumlah penderita penyakit ini terus bertambah. Ketiga kategori penyakit ini tidak lepas dari gaya hidup yang kurang sehat yang banyak dilakukan seiring dengan berubahnya pola hidup.

Faktor-faktor pemicu serangan jantung adalah antara lain:

Merokok.
Mengkonsumsi makanan berkolesterol tinggi.
Kurang gerak.
Malas berolahraga.
Stres.
Kurang istirahat.
Serangan jantung adalah suatu kondisi ketika kerusakan dialami oleh bagian otot jantung (myocardium) akibat mendadak sangat berkurangnya pasokan darah ke bagian tubuh tersebut.

Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Jantung Koroner

Berikut resep tradisional racikan dari Prof. H.M. Hembing Wijayakusuma:

1-3 buah mengkudu/pace/noni yang matang di cuci dan dipotong-potong, kemudian diblender dengan air secukupnya dan direbus hingga mendidih. Tambahkan madu secukupnya, lalu diminum.
2-3 buah mengkudu/pace/noni yang matang dicuci bersih dan dipotong-potong + 10 butir angco, dibuang bijinya. Semua bahan diblender dengan air secukupnya, tambahkan 10 gram bubuk umbi daun dewa (thien chi). Aduk rata, lalu diminum.
2 buah mengkudu/pace/noni yang matang, dicuci dan dipotong-potong + 30 gram daun dewa direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Saring, tambahkan madu secukupnya. Aduk rata lalu diminum.
Pilih salah satu resep dan lakukan secara teratur. Resep tersebut untuk membantu proses penyembuhan. Tetaplah konsultasi ke dokter.

Artikel Kesehatan ini diambil dari Buku Karya Prof. H. M. Hembing Wijayakusuma (Seri Pengobatan Tradisional, Judul: Penyembuhan dengan Mengkudu)

Rabu, 23 Februari 2011

CINTAKU BERAKHIR DI UJUNG HARI

Dia gadis bernama Gitta Veronica Taffard, dia masih berusia 12 tahun. Dia bersekolah di salah satu SMP swasta di Jakarta. Gitta sering disapa Tata, dia adalah anak bungsu dari 3 bersaudara. Dia mempunyai papa bernama Jody Taffard dan kakak bernama Adam dan Nicky. Mereka adalah kakak yang baik, mereka selalu membantu Gitta ketika dia butuh. Keluarganya hidup berkecukupan, papanya mempunyai usaha furniture di Jakarta. Adam sedang melanjutkan study ke kota San Fransisco – Amerika Serikat ( USA ), sedangkan Nicky melanjutkan study ke kota Christchurch – Selandia Baru ( New Zealand ) . Dia hidup bahagia bersama papanya walaupun tanpa hadirnya kasih sayang seorang ibu yang meninggal ketika melahirkannya dan juga harus jauh dari kedua kakaknya. Setiap pagi sebelum sarapan Tata selalu membantu menyiapkan sarapan untuk makan bersama, sementara papanya bersiap-siap berangkat ke kantor. Di sekolah Tata memiliki sahabat bernama Carolina, Carolina sering membantu Tata. Suatu ketika Tata sedang berada di sekolah dan sedang mengikuti pelajaran olahraga, dia merasakan kepalanya sangat pusing dan tiba-tiba darah mengalir dari hidungnya. Dan akhirnya Carolina dan yang lain membantu Tata untuk beristirahat di UKS. Sudah waktu pulang Tata masih bertanya-tanya atas apa yang terjadi pada dirinya waktu pelajaran olahraga, tetapi dia takut untuk mengatakannya kepada papanya tetapi masih ada Carolina yang berusaha menenangkan Tata sahabatnya tersebut. Keesokan harinya dia agak terlihat berbeda dari biasanya, papanya dan Nicky yang kebetulan pulang karena sedang libur semester pun terlihat agak heran melihat kelakuan adiknya. Lalu papa bertanya kepada Tata “Tata sayang, kamu kenapa nak? Kok mukanya kelihatan pucat gitu sih? Kamu sakit sayang?” tanya papa, Tata pun menjawab “Tata enggak apa-apa kok pa, mungkin Tata kecapekan aja! Papa dan kak Nicky enggak usah khawatirin Tata ya!” lalu kakaknya berkata “Kamu jangan bohong sama kita ya dek! Papa dan kak Nicky tau kamu pasti menyembunyikan sesuatu sekalipun kamu bilang kamu enggak apa-apa, jangan karena kamu enggak mau bikin kakak dan papa khawatir kamu jadi ngebohongin kita! Ayo jujur Tata, kamu jangan sampai buat kakak emosi tingkat melepuh dek!” Akhirnya dia menceritakan apa yang terjadi saat itu, semua itu membuat Nicky kesal karena Tata tidak mau jujur. Akhirnya Nicky berencana membawa Tata ke rumah sakit untuk check up, dan dokter mengatakan Tata harus melakukan tes darah untuk mengetahui apa sebenarnya penyakitnya. Kurang lebih 2 jam Nicky dan Tata menunggu hasil tes darah itu, akhirnya dokter pun keluar dan memberikan hasil tes darah Tata. Tanpa disangka-sangka hasil tes darah itu membuat Tata shock berat, bagaimana tidak hasil tes darah itu menyatakan bahwa Tata menderita penyakit menginitis yang telah parah. Tetapi sesungguhnya penyakit itu telah ada sejak Tata kecil tetapi baru diketahui sekarang. Itu semua membuat Tata menangis, Tata menangis dalam pelukan Nicky dan berkata “Apa salah Tata kak? Kenapa Allah harus ngasih Tata penyakit ini? Tata masih ingin hidup kayak dulu kak!” dengan sedikit air mata yang menetes kak Nicky menjawab “Tata adik kakak tersayang, kamu harus sabar ya menghadapi cobaan ini! Kakak yakin di balik semua ini Allah pasti telah menyiapkan sesuatu yang baik buat adik karena Allah itu maha adil dan enggak mungkin Allah memberi umatnya cobaan yang melampaui batas kemampuan umatnya itu, kamu percaya kakak kan?” Tata pun mengangguk sambil mengusap air mata yang membasahi pipinya, “Kamu jangan nangis lagi ya! Mama di surga pasti sedih kalau melihat adik kak Nicky yang tersayang ini nangis, nanti biar kakak yang ngomong sama papa!” Tata menjawab “Ya, kak emang enggak boleh ada kata menyerah dalam kondisi seberat apapun karena Allah akan selalu melindungi dan membantu umatnya” Akhirnya mereka berdua kembali ke rumah dengan senyuman dari kakak karena bangga terhadap Tata, lalu Nicky menceritakan apa yang terjadi terhadap Tata sedangkan Tata sendiri diminta untuk masuk ke dalam kamarnya oleh Nicky. Tetapi Tata mengintip kakak dan papa yang sedang bicara di ruang santai. Papanya terlihat sangat tidak sanggup ketika harus mengetahui Tata di vonis sakit, tapi Nicky berusaha menenangkan papanya dan berkata “Pa, kenapa enggak kita bawa aja Tata ke Jepang untuk menjalani perawatan medis di sana, lagi pula Nicky kan ada tugas skripsi S1 Nicky kesana, jadi selama Tata pengobatan disana bisa Nicky jaga dan awasi sekalian Nicky juga mengerjakan tugas skripsi Nicky. Lagi pula kan masih kak Adam yang mungkin bisa bantu kita karena kak Adam sudah mau menyelesaikan skripsi S2 nya. Kalau soal masalah waktu biar Nicky yang mengatur! Gimana pa?” dan papa pun setuju dengan kak Nicky. Dalam hati Tata berkata “Apa hanya itu jalan terbaik?”, akhirnya dia menelpon Carolina dan menceritakan semua yang terjadi pada dirinya. Carolina pun sempat merasa kaget dan berkata “Tata kamu enggak bohong kan sama aku? Aku sahabat kamu Ta, kita udah sahabatan dari kecil!” dan Tata menjawab “Aku enggak bohong Lin, ini semua bener – bener terjadi! Aku sendiri enggak percaya tapi mungkin ini udah takdir buat aku Lin, kamu mau kan bantu aku? Aku enggak mau ke Jepang, papa nyuruh aku berangkat ke Jepang buat berobat.” Lina ( sapaan akrab Lina ) pun menjawab “Tentu aku mau bantu kamu, aku bisa bantu nyari cara supaya kamu enggak jadi berangkat ke Jepang karena aku juga enggak mau jauh dari kamu!” dan akhirnya Tata mengakhiri perbincangan melalui telepon itu. Keesokan harinya papa menanyakan penawaran Nicky untuk membawa Tata ke Jepang, tetapi Tata menolaknya karena tidak ingin jauh dari teman dan juga kekasihnya yaitu Indra. Nicky berkata pada Tata bahwa seharusnya dia tidak berpacaran karena itu tidak ada gunanya, tetapi Tata yakin sekalipun dia sakit Indra pasti bisa membantunya karena mereka berpacaran bukan sekedar untuk kesenangan semata tetapi untuk di jadikan motivasi olehnya dan Indra. Dan ketika Nicky mengantar Tata berangkat sekolah dia bertemu dengan Indra dan meminta tolong untuk meyakinkan Tata bahwa dia bisa hidup seperti dulu karena dia mungkin akan percaya Indra, dengan ekspresi sedikit kaget ketika mengetahui Tata sakit Indra pun mau membantu Nicky untuk meyakinkan Tata agar dia mau untuk menjalankan perawatan di Jepang. Untuk memastikan apa benar yang dikatakan oleh Nicky tentang Tata, Indra pun menanyakan semua itu kepada Carolina “Lin loe tau enggak apa bener kalau Tata itu kena penyakit menginitis yang udah parah?” tanya Indra, “Ehm, iya Indra itu emang bener, gue semalem di telpon Tata dan dia bilang tentang penyakitnya itu! Jujur gue enggak percaya tapi gue juga ngerasa Tata enggak mungkin bohong karena dia sahabat gue.” Ketika istirahat Indra mengajak Tata untuk makan bersama di kantin, perlahan-lahan Indra mengajak Tata berbicara sampai akhirnya dia menceritakan sesuatu hal terhadap Tata yang bersangkutan dengan apa yang sedang Tata alami. Dalam hatinya Tata berkata “Apa a’Indra ( sapaan Tata kepada Indra ) sudah tau tentang penyakitku?” Dan Indra pun berkata “Kamu kenapa Tata? Apa ada yang salah sama kata-kata a’Indra tadi?” Lalu Tata menjawab “Enggak apa-apa kok a’Indra, Tata enggak apa-apa!” “ A’Indra udah tau semua atas apa yang Tata alami! Kenapa Tata enggak mau berobat ke Jepang? A’Indra disini pasti bakal mendukung Tata, jadi Tata jangan takut kalau misal Tata bakal jauh dari a’Indra! A’Indra tetap sayang Tata sekalipun harus jauh, yang penting sekarang Tata bisa sembuh dan bisa menjalani hidup Tata dengan ikhlas.” dan Tata menjawab “A’Indra Tata enggak mau, karena Tata cuma pengen a’Indra ngerti Tata, karena Tata enggak mau kalau akhirnya Tata cuma jadi beban a’Indra aja karena penyakit Tata ini!”, “Mungkin a’Indra enggak bisa ngelakuin apa – apa, karena a’Indra bukan orang kaya. Tapi a’Indra janji akan selalu mendoakan juga mendukung Tata!” lanjut Indra. Tata hanya berkata “Harta enggak penting buat Tata karena Tata sayang a’Indra tulus bukan karena harta. Terimakasih aa selama ini udah ada di pihak Tata dan aa selalu membantu Tata!” Tetapi tetap saja Tata tidak jadi berangkat Jepang karena keluarganya juga tidak bisa memaksakan kehendak Tata, selama itu dia harus menjalani Kemotherapy yang berat. Sejak saat itu Tata dan Indra tetap menjalankan semuanya sekalipun Indra sempat merasa kecewa atas apa yang Tata lakukan. Sudah hampir 3 tahun berlalu tetapi Tata tetap harus merasakan penderitaan karena penyakit itu dan tidak ada perkembangan ataupun tanda – tanda kesembuhan atas penyakitnya itu.
Hari ini adalah ulang tahun Tata, Tata yang kini telah berusia 15 tahun tetap selalu bersemangat dalam berbagai hal yang ku lakukan walau terkadang apa yang dia inginkan terhalang oleh penyakit itu. Hari ini papa Tata dan Indra special mengadakan surprise party yang bertajuk “romantic party”, di pesta itu Indra menyanyikan sebuah lagu yang di populerkan MICHAEL JACKSON yaitu “I Just Can’t Stop Loving You” special untuk Tata. Setiap bulan ramadhan Tata tetap harus menjalankan kewajibannya sebagai muslim yaitu berpuasa dan dia berusaha lebih mendekatkan diri kepada Allah. Sebelum menempuh UAN, sekolahnya mengadakan study tour ke Yogyakarta, dia pun ikut sekalipun Indra dan papanya sempat melarang. Tapi akhirnya mereka mengijinkan Tata ikut dengan syarat dia harus selalu bersama Indra agar ada yang mengawasi dan mengontrol Tata karena papanya tidak mungkin melakukan itu. Dalam study tour itu dia sangat bersemangat menjalankan apa yang dilakukan, diperintahkan gurunya atau pun lainnya. Dalam study tour itu diadakan ajang apresiasi seni khusus siswa yang ikut dalam study tour itu agar bisa mengetahui bakat – bakat yang di miliki oleh siswa. Tata dan Indra mengikuti acara tersebut dengan menampilkan musikalisasi puisi. Indra yang bermain gitar sekaligus bernyanyi sedangkan Tata yang membacakan puisi karya Tata sendiri. Indra menyanyikan lagu “ I Just Can’t Stop Loving You ” yang di populerkan oleh MICHAEL JACKSON serambi memaikan gitar sedangkan Tata membacakan puisi karyanya yang berjudul “ Takdir Cinta ” :

Tuhan andai aku bisa kembali seperti dulu
Aku akan membenahi semua yang telah ku lakukan

Tuhan andai aku di beri kesempatan lagi
Aku tak akan menyia-nyiakan semua itu lagi

Tuhan andai kau beri diriku anugerah itu lagi
Aku berjanji akan terus menjaganya

Tuhan berilah aku kesempatan untuk kembali seperti dulu
Aku sangat menyayangi juga mencintainya

Terimakasih tuhan kau beri aku kesempatan untuk bersamanya
Walaupun hanya untuk sekejap saja

Tetapi semua itu sangat berbeda saat dia dan yang lain kembali ke Jakarta, dia merasa lesu dan terlihat pucat. Indra agak sedikit khawatir dan ketika sampai di sekolah dia pun langsung mengantar Tata pulang kerumah. Setelah mengantarkan sampai depan rumah Tata, Indra langsung kembali ke rumahnya. Tiba-tiba saat Tata mulai menginjakkan kaki masuk ke ruang tamu rumah, kepalanya terasa pusing berat dan dia langsung jatuh pingsan. Papanya yang melihat, langsung mengangkat Tata untuk dibawa ke rumah sakit. Dokter mengatakan bahwa penyakit Tata semakin parah, dokter hanya menyarankan agar Tata dirujuk ke tempat lain agar bisa menjalani perawatan medis yang lebih baik karena dokter di rumah sakit itu sudah angkat tangan menghadapi penyakitnya yang cukup langka itu. Sesampainya di rumah sakit Tata langsung di bawa ke ruang observasi, dan dokter langsung mengambil tindakan. Tetapi sayang Tata harus mengalami koma. Saat koma Tata sudah merasakan dirinya berada di antara hidup dan mati, karena untuk bernafas saja dia harus di bantu oleh masker. Papanya dan Indra menunggu Tata sampai sadar, tapi ketika sadar mereka tidak langsung mengatakan semuanya kepada Tata. Papa hanya mengisyaratkan beberapa hal saja agar tidak membuat kondisi Tata menjadi lebih parah karena kaget. Seminggu berlalu Tata pun diijinkan keluar dari rumah sakit, dan akhirnya papanya menceritakan apa yang di bilang dokter di rumah sakit saat Tata mengalami koma, sekalipun agak sedih dan merasa tidak sanggup tapi akhirnya aku mau mengikuti apa yang telah disarankan oleh dokter. Setelah 1 minggu dia istirahat di rumah setelah menjalani perawatan dia pun mulai berangkat ke sekolah seperti biasa. Teman-teman Tata menyambut Tata dengan bahagia, ketika bertemu Indra Tata menceritakan bahwa dia akan berobat ke Jepang. Tetapi Tata hanya berobat sekitar 2 bulan karena dia harus mengikuti Ujian Nasional agar bisa melanjutkan sekolahnya ke jenjang lebih tinggi. Ketika sampai di bandara, Indra dan papa Tata sudah berada disana dan langsung membawa Tata ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis sementara yang seadanya selama berada di Indonesia. Dalam kondisi sakit di rumah sakit dia masih tetap memaksakan untuk mengikuti ujian, tetapi karena tidak mampu akhirnya dia meminta tolong kepada pengawas yang ada untuk membacakan soal ujian dan juga menuliskan jawaban di lembar jawaban sementara Tata yang mengeja jawaban dari soal yang dibacakan. Hari terakhir UAN kondisinya semakin memburuk, dia menjadi susah berbicara dan bergerak, setelah selesai mengikuti ujian hari terakhir kondisi Tata semakin memburuk dari sebelumnya. Melihat kondisi putrid bungsunya seperti itu papa Tata langsung menelpon kedua kakak Tata yaitu Adam yang sedang berada di Amerika dan Nicky yang sedang berada di Selandia Baru untuk meminta mereka pulang karena Tata ingin bertemu dengan mereka. Keesokan harinya Adam dan Nicky telah sampai dan berkumpul bersama Tata, mereka sangat sedih melihat kondisi adik kesayangan mereka itu semakin lemah. Fungsi jantung Tata melemah karena tekanan darahnya tidak stabil, juga karena otak Tata berfungsi tidak terlalu baik. Sampai akhirnya dia susah bernafas dan merasakan kepalanya sangat pusing, Indra dan semua yang ada disana langsung memanggil dokter dan dokter juga langsung melakukan tindakan. Masker pun langsung dipasang untuk membantu Tata bernafas, dan dia dibawa ke ruang operasi untuk melakukan operasi pengeluaran cairan dari otak Tata yang sudah menumpuk, tetapi apa daya semua yang dokter lakukan tidak berbuah hasil karena tuhan berkata lain.

Ketika tau Tata meninggal Adam, Nicky Indra dan semua yang disana menangis, lalu Indra mendekati tubuh Tata yang terbujur kaku dan berkata perlahan “Tata, a’Indra dan semua disini akan selalu sayang Tata, dan a’Indra yakin Tata akan selalu hidup di hati a’Indra karena cuma raga Tata yang mati tapi jiwa Tata tetap hidup di hati kita semua dan pastinya di hati a’Indra.” sementara Nicky yang sedikit histeris langsung menelpon papanya yang sedang berada di kantor dan mengabarkan jika Tata sudah tiada, sedangkan Adam mengurusi biaya administrasi rumah sakit. Mereka semua sadar bahwa Tata telah menginspirasi mereka dalam berjuang untuk bertahan hidup sekalipun terasa sangat berat dan membuat menderita, karena Tata tidak menyerah sekalipun dia menderita penyakit yang parah yang cukup langka. Meskipun sejak saat itu mereka harus menjalani hidup tanpa Tata tapi mereka selalu ingat dengan kata-kata Tata yaitu “Tidak ada kata menyerah dalam kondisi seberat apapun, karena Allah akan selalu melindungi dan membantu umatnya!” dan bagi mereka semangat dan cinta Tata untuk semua akan selalu hidup di hati orang-orang yang menyayangi Tata karena hanya raga Tata yang pergi bukan jiwanya. Jadi kita harus tetap menjalani hidup dengan ikhlas bagaimana pun kondisinya, karena hidup dan semua yang telah Allah beri adalah anugerah yang tak terkira dan tidak lupa kita harus selalu bersyukur atas apa yang telah Allah beri karena kita juga tidak akan pernah tau kapan maut akan menjemput kita untuk kembali kepadanya. Dan jangan pernah berbangga dengan segudang harta karena semua itu tidak akan kekal.

CINTAKU BERAKHIR DI UJUNG HARI

Sabtu, 18 Desember 2010

Family's Holiday...

Today it's a happiness day..
Cause today my family from LA has come...
I'm very miss theim...
They are also miss me...
I Love theim so much..
I want to back Los Angeles....
I'm miss my hometown....
I'm miss Los Angeles so much....

My Profile

Hyy....
My name is Annisa Nur Fitri...
I Live in Indonesia...
I'm 12 years old...
I was born August, 5th 1998...
If you know me...
Please follow me *If you interest...
And I follow back you...
I is big fan of MJ...